Grand Slam Chess Association Seri Ke-4 Sukses Dilaksanakan di Plazgozz Cafe Pettarani Makassar
- account_circle ipoel1276@gmail.com
- calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
- visibility 72
- comment 0 komentar
- print Cetak

Makassarcess.com – Seri ke – 4 Grand Slam Chess Association (GSCA) Indonesia 2026 yang berada dibawah naungan Grand Slam Chess (GSC) Indonesia telah sukses dilaksanakan di Plazgozz Cafe Pettarani Makassar tepatnya dibilangan jalan Pettarani No. 2 Makassar, Sabtu 18 April 2026.
Bertindak selaku tuan rumah penyelenggaraan GSCA Seri ke – 4 ini adalah Syaiful Akbarius Zainuddin, S.P., NA. Ketua VetSel Chess Club (VCC) Makassar.
Penyelenggaraan Pertandingan seri ke – 4 ini banyak kejutan yang terjadi. Kejutan ini dikarenakan Management Grand Slam Chess Indonesia melaksanakan acara syukuran atas telah dimilikinya Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dengan nomor surat AHU-0002570.AH.01.07. Tahun 2026 yang ditandatangani tanggal 6 April 2026 oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Widodo yang mewakili Menteri Hukum Republik Indonesia.
Acara syukuran dilaksanakan dengan cara pemotongan tumpeng pertama kali oleh Erlansyah yang juga adalah Pembina GSC Indonesia dan diserahkan kepada Notaris H. Muhammad Asyurah, S.H., M.H., M.Kn. yang telah banyak berjasa dalam hal administrasi untuk legalisasi GSC Indonesia.
Pemotongan tumpeng berikutnya dilakukan oleh Wahyudy Syukri Ketua GSC Indonesia yang diserahkan kepada Dr. Ir. M. Azhar Shauqy, S.T., M.T. yang juga berjasa sebagai konsultan dalam membangun GSC Indonesia.
Selain acara syukuran berbadan hukumnya GSC Indonesia, Management juga melakukan syukuran atas hari lahirnya Pengawas GSC Indonesia yang juga Ketua Corner Chess Club (CCC) Makassar Dr. Mochtar Djuma, S.H., M.H., M.B.A.
Ketua CCC Makassar Mochtar Djuma yang akrab disapa MJ sempat kaget karena tiba-tiba ada tumpeng yang disediakan. Ini semacam surprise yang diberikan kepada MJ. Beliau tidak mengetahui bahwa Managament GSC Indonesia mengetahui persis tanggal dan bulan lahir Lawyer senior di Kota Makassar ini.
Raut wajah bahagia terpancar dari MJ yang juga adalah Ketua Umum PERADI PROFESIONAL Provinsi Sulawesi Selatan. Beliau diamanahkan menjadi Ketua Umum PERADI PROFESIONAL oleh Ketua Umum Pusat PERADI PROFESIONAL Prof. Dr. H. Harris Arthur Hedar, S.H., M.H.
Kejutan ini tidak berhenti sampai disini saja. Kejutan lainnya yakni tercetusnya Pertandingan Eksekutif antar ketua-ketua Klub Catur anggota Grand Slam Chess Indonesia yang di inisiasi oleh Notaris H. Muhammad Asyurah, S.H., M.H., M.Kn. yang langsung mengumumkan, “Bahwa para Ketua-ketua klub catur ikut bertanding pada pertandingan eksekutif dan saya menyumbang satu juta rupiah”, ujar Notaris senior Kota Makassar ini.
Mochtar Djuma begitu mendengar hal tersebut langsung saya juga menambahkan satu juta rupiah. “Saya juga ikut sumbang satu juta rupiah untuk pertandingan eksekutif ini”, ujar MJ.
Pertandingan seri ke-4 musim pertama Grand Slam Chess Association ini terlaksana dengan baik dan didukung oleh cuaca yang sangat sejuk di pagi hari hingga pertandingan berakhir pada pukul 17:00 wita.
Setelah acara syukuran dilanjutkan dengan Technical Meeting dan dipimpin oleh Wasit Ketua Syaiful Akbarius Zainuddin, S.P., NA., dan dibantu oleh Amiruddin Azis pada bagian pairing.
Pertandingan catur GSCA Seri ke – 4 yang berjalan dengan alot ini membuat para atlet fokus untuk tidak melakukan blunder. Pertaruhan nama besar Klubnya membuat atlet fokus dalam setiap babaknya. Atlet Senior dan Yunir kesemuanya fokus dan tidak ada perbedaan perlakuan diantara mereka, semua bertanding mewakili klubnya masing-masing.
Banyak terjadi illegal move yang akhirnya wasit harus menengahi dengan terlebih dahulu mengengarkan dan melihat duduk perkaranya. Setelah dijelaskan oleh atlet yang pertama komplain maka dilanjutkan lagi oleh atlet yang satunya sehingga wasit bisa mengambil keputusan disaat telah mendengar kedua atlet menyampaikan argumen mereka masing-masing.
Begitu banyak blunder langkah catur yang dilakukan atlet klub sehingga mengalami kekalahan, dan hampir merata ditiap-tiap klub catur. Para Ketua-ketua catur pun yang hadir dengan setia menemani atletnya bertanding hingga babak ke – 7 selesai dilaksanakan.
Pada seri ke – 4 kali ini, Management GSC Indonesia ikut berduka atas ketidakhadiran Wakil Ketua GSC Indonesia Dr. H. Mustan Umar, S.H., M.H. H. Mustan Umar yang juga adalah Ketua Daya Chess Club (DCC) Makassar ini mengalami musibah lakalantas tunggal di sekitaran Kabupaten Barru. Mobil beliau terbalik dan masuk ke dalam got besar. Bagian kanan mobil dari depan ke belakang rinsek parah. H. Mustan Umar harus mendapatkan jahitan pada bagian kepala sejumlah 17 jahitan.
Para Ketua-ketua yang sempat berkumpul mendoakan agar kiranya beliau segera pulih kesehatannya dan bergabung lagi di Grand Slam Chess Indonesia.
Pada seri ke-4 GSCA keluar sebagai Peringkat 1 dengan akumulasi nilai urutan 74 adalah Benteng Utara Chess Club (BUCC) Makassar yang menurunkan atletnya antara lain M. Usman, Haryanto, Muhammad Risal, Rasyid dan Novan pada Yunior.
Peringkat ke-2 dengan akumulasi nilai urutan 88 diraih oleh Corner Chess Club (CCC) Makassar yang menurunkan MN. Evan Oliver Ignasius, Taufan Trisetiawan M, Muhammad Arfan Rustam, Christian Durant dan Takeshi pada Yunir. Peringkat ke-3 diraih oleh Toddopuli Chess Club (TCC) Makassar dengan akumulasi nilai urutan 91 yang menurunkan atletnya antara lain MN. Ruslan Lamba, H. Muhammad Asyurah, Irwan Ahmad, Ridwan dan Joshua pada Yunior.
Adapun peringkat ke 4 dengan akumulasi nilai urutan 96 diraih oleh VetSel Chess Club (VCC) Makassar dan atlet yang turun adalah MN. Arifin Rapi, Syahrul, Amirullah, Junaedi dan Cakra pada Yunior.
Peringkat ke-5 adalah Daya Chess Club (DCC) Makassar dengan akumulasi nilai urutan 107 dengan pemain antara lain MN. Asri, Darul, Faizal Hamdja, Syamsul Rijal dan Andi Daffa pada kategori Yunior.
Peringkat ke-6 adalah Komunitas Catur Sudiang (KCS) Makassar dengan akumulasi nilai urutan 129 dengan atlet antara lain MN. Arhan Ramadhana, Andi Rusli, Gaspar Norton, Abdul Haris dan Muhammad Jailani pada kategori Yunior.
Dengan absennya atlet utama yang diturunkan oleh Plazgozz Chess Club (PGCC) Makassar yakni FM. Emas Fajar Fatikh yang disaat bersamaan mengikuti pertandingan catur Piala Kapolda Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Kota Palu, mengakibatkan PGCC berada pada urutan ke-7 dengan akumulasi nilai urutan 134, atlet yang diturunkan oleh PGCC adalah MN. Amiruddin, Andi Arman, Mirdal, Ristanto dan Orlando pada kategori Yunior.
Peringkat ke-8 yaitu Komunitas Catur “WTB” (KC-WTB) Makassar dengan akumulasi nilai urutan 134. Sama dengan PGCC namun pada Tie Break selisih tipis dengan kemenangan PGCC. Adapun atletnya antara lain MN. Ignasius Bongga, Matturungan Dg. Sore, Marianus, Rafael dan Adi Harsono pada kategori Yunior.
Sementara di peringkat ke-9 ada Chess Club Sudiang (CCS) Makassar dengan akumulasi nilai urutan 199 dan atlet yang dimainkan adalah MN. Richard Arie Tewu, Deis Askud, Jimmi, Dila dan Zulkarnaen pada kategori Yunior.
Sedangkan peringkat ke-10 adalah HIKMA Chess Club (HCC) Makassar dengan akumulasi nilai urutan 223, sedangkan atlet yang diturunkan adalah H. Abdul Rahman, Haidir, Nurdin, Rusman Apo dan M. Azhar pada kategori Yunior.
Pada akhir pertandingan, diserahkan hadiah berupa dana pembinaan kepada pemenang perorangan Juara 1 sampai dengan peringkat 6 dimulai dari Juara 1 Taufan Trisetiawan M (CCC), Juara 2 MN. Evan Olive Ignasius (CCC), Juara 3 Muhammad Risal (BUCC), Peringkat 4 MN. Ignasius Bongga (WTB), Peringkat 5 Syahrul (VCC) dan MN. Amiruddin (PGCC).
Untuk seri ke-5 GSCA Indonesia akan dilaksanakan pada Hari Sabtu tanggal 9 Mei 2026 dan akan yang menjadi tuan rumah adalah gabungan 3 klub catur yakni, DCC, KCS dan CCS.






- Penulis: ipoel1276@gmail.com

Saat ini belum ada komentar